Saturday, September 26, 2020

Challenge 3 OSKM ITB : Story of My Life

Story Of My Life

Tentang diri sendiri

Nama                            : Dhanendra Wiryohutomo
Tempat, tanggal lahir   : Jakarta, 3 April 2002
Asal SMA                    : SMA Negeri 8 Jakarta
Tempat tinggal             : Rawamangun, DKI Jakarta
Hobi                             : Membaca buku
Analisis SWOT
Strength
1.  Menjadi pendengar yang baik
2.  Fokus dengan tujuan yang sudah ditetapkan
3. Tertarik untuk belajar hal baru
Weakness :
1.   Meningkatkan communication skill
2.   Meningkatkan kemampuan bekerja sama
3.  Meningkatkan interpersonal skills
Opportunity :
1. Memiliki keluarga yang suportif
2. Banyak orang yang senang memiliki teman yg bisa mendengarkan dgn baik
3. Bisa belajar apa saja dari banyak sumber dgn mudah, terutama dari internet
Threat :
1.  Terkadang suka menunda-nunda pekerjaan
2.  Terkadang suka merasa insecure
3.  Terkadang suka masih overthinking

Rencana mendatang

Berdasarkan analisis SWOT dan IDP yang telah dituliskan di worksheet dapat disimpulkan ingin menjadi pribadi yang pandai dalam bersosialisai dan pandai dalam bidang keilmuan yang ditekuninya sehingga dapat berguna dan menginspirasi bagi orang di sekitarnya. 


#StoryOfMyLife

#MendefinisikanPeran

#OSKMITB2020

#TerangKembali

 

Saturday, September 19, 2020

Challenge 2 OSKM ITB 2020 : Konsep VUCA

 

Konsep VUCA untuk Menghadapi Tantangan Masa Depan


Dhanendra Wiryohutomo, 16620411, Keluarga 264


VUCA adalah suatu akronim yang terdiri atas Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity. Volatility berarti fluktuatif atau cenderung berubah secara tiba-tiba, Uncertainty berarti tidak dapat diandalkan, tidak dapat diketahui gambaran besarnya, Complexity artinya tiap komponen saling berhubungan satu sama lain, dan Ambiguity artinya multitafsir atau mengandung banyak makna. Perlu diingat bahwa dalam penggunaan konsep VUCA ini bisa berbeda antara satu pihak dengan pihak yang lainnya. Konsep VUCA mengandung beberapa sifat-sifat dasar dari sebuah tantangan yang akan dihadapi pada masa mendatang. 


Untuk menghadapi tantangan di masa depan yang bersifat VUCA ini, penulis menggunakan konsep bernama Alpine Style Model. Model ini terdiri atas tiga bagian, skills atau keterampilan, insight atau pengetahuan, dan traits atau sifat. Ketiga hal tersebut haruslah kita miliki demi menghadapi tantangan masa depan.




Diagram Alpine Style Model

SKILLS
1. Sensemaking, punya rasa akan lingkungan sekitar, contohnya hanya fokus kepada hal-hal yang bisa kita kontrol saja.
2. Decision making, punya kemampuan untuk mengambil keputusan dengan tepat dan tanggap.
3. Getting critical, punya kemampuan untuk berpikir kritis terhadap sesuatu.

INSIGHTS
1. Strenghts, kekuatan yang kita miliki.
2. Weaknesses, kelemahan yang kita miliki.
3. Risk attitude, sikap kita dalam mengambil dan menghadapi suatu risiko.

TRAITS
1. Growth-mindset, memiliki pola pikir yang selalu berkembang dan dinamis.
2. Always learning, memiliki kemauan yang kuat untuk selalu belajar di dunia yang serba berubah ini.
3. Anti-alpha, mau berkoneksi dan bersinergi dengan orang lain dengan bijak.

Tiap zaman pastinya ada tantangannya sendiri. Dalam menghadapi tantangan pada masa yang akan datang, konsep VUCA sangatlah berguna. Konsep ini dapat diterapkan sebagai analisis awal bagi tantangan yang dihadapi. Sebagai contoh penulis mengambil kasus "Virus Korona bagi Mahasiswa Baru ITB 2020".  

Tentu saja semua orang tahu dengan keberadaan virus korona. Dapat kita ketahui secara langsung bahwa pandemi ini masuk ke dalam sifat-sifat kejadian VUCA. Mudah berubah/dinamis, tidak pasti, sangat besar/kompleks masalahnya, dan banyak orang yang memiliki pendapat berbeda akan masalah ini. Penulis, sebagai Mahasiswa Baru ITB 2020, tentunya harus segera menerapkan Alpine Style Model untuk dapat mengatasi masalah yang muncul. Contohnya saja :

SKILLS

1. Sensemaking = penulis sangat sadar akan hal-hal yang bisa dilakukan selama pandemi, seperti menjunjung kegiatan "di rumah aja" untuk meredam penyebaran virus korona ini.

2. Decision making = penulis bisa memilih hal-hal apa saja yang relevan untuk kegiatan TPB, seperti belajar lebih awal dan rajin, ikut klinik, membeli buku dan soal, dsb. 

3. Getting critical = penulis bisa ikut berpikir secara kritis akan hal-hal yang sedang dihadapi, contohnya mengapa tidak ada kegiatan OSKM secara luring yang akan membahayakan kita semua. 

INSIGHTS

1. Strengths = penulis menyadari akan kekuatan yang dimilikinya, seperti dapat belajar secara mandiri dan sudah terbiasa belajar melalui media sosial. 

2. Weaknesses = penulis juga menyadari akan kekurangan yang dimilkinya, seperti masih kurangnya dalam hal manajemen waktu yang sangat penting terlebih adanya kegiatan study from home ini. 

3. Risk attitude = akan tetapi penulis juga sadar dan paham akan risiko dari perbuatan yang dilakukannya, seperti apabila penulis masih tidak bisa mengatur diri dan waktu dengan baik akan sangat tidak bisa mengikuti perkuliahan daring. 

TRAITS

1. Growth-mindset = penulis haruslah memiliki pola pikir yang berani dan mau menghadapi perubahan, seperti mau melakukan semua kegiatan secara daring dan menyadari bahwa pandemi ini bisa berlangsung lama.

2. Always learning = penulis juga sadar akan pentingnya terus belajar dan menjadi long-life learner, seperti terus mencari tahu informasi terkini mengenai pencegahan virus korona ini.

3. Anti-alpha = penulis sangat ingin untuk bisa bekerja sama dan berkolaborasi dengan orang lain, seperti ikut dalam kegiatan mentoring OSKM ITB 2020, gathering angkatan, dsb. 

Berikut adalah definisi dan aplikasi sederhana dari Konsep VUCA yang telah diterangkan saat mentoring kedua di OSKM ITB 2020. Besar harapan penulis agar konsep ini dapat dipahami lebih dalam dan dapat dipakai secara terus-menerus di kehidupan kita semua nantinya. 




#TantanganMasaDepan

#DuniaVUCA

#OSKMITB2020

#TerangKembali

Tuesday, January 10, 2017

Resolusi 2017

Resolusi Tahun 2017

Kali ini saya akan membuat resolusi tahun baru 2017. Sebelumnya saya belum pernah membuat resolusi tahun baru, karena saya kurang tertarik dengannya. Jadi, saya akan membuatnya untuk tahun ini..
1. Bisa menjalani seluruh rangkaian ujian dengan lancar dan baik.
2. Mendapat rata-rata nilai Ujian Sekolah 90 keatas.
3. Mendapat NEM UN 39 dari 40.
4. Bisa masuk SMA idaman dengan cara yang baik.
5. Bisa liburan dengan tenang tanpa diganggu oleh pelajaran dan penerimaan sekolah.
6. Mengawali pembelajaran di SMA idaman dengan baik.
7. Mendapat nilai yang bagus serta stabil di SMA idaman.
8. Bisa mengakhiri tahun 2017 dengan baik.
Sepertinya itu saja resolusi untuk tahun 2017 dari saya. Semoga semua yang ditulis disitu oleh saya dapat tercapai. Aamiin. 


Image result for new year resolution

Thursday, August 11, 2016

NAME: Dhanendra W.
CLASS: 9B
ABSENT: 15

 English Assignment: Home


Home. A very simple yet meaningful word. For me, home is a place where you can do whatever you like. Whether you like playing, sleeping or even studying, you can do it at home. Each person has a different hobby that they usually do at their homes. But me, well I like relaxing at my home, when I have nothing to do. No homework, assignment, chores and stuff that I don’t like. I guess I am not the kind of person who wants to getaway or escape from my home. Because it is home. Like they say “Home is where you heart is.”.
Everybody likes to travel a lot. Including me. Whenever I am in outer town or seas, I always feel happy. But, after some time I kinda miss my home. Because there is a special atmosphere. Eventhough I am with my family while travelling, but still there is a special atmosphere in my home. Talking about atmosphere, I don’t like silent homes. However I also don’t like ‘too noisy’ homes. I like the atmosphere that is just right in between silence and noisiness. My home is noisy but not too noisy, fun and energetic.
A family without homes is like a cake without a cherry on top. It is not complete. My dream is not having a luxurious home or a mansion or even a palace. My dream is to have a small house with a garden or a pool, with my family in it. That is what I call home.








Tuesday, January 19, 2016

TUGAS BTIK KELAS VIII


PANDUAN MENGUASAI VIDEO EDITING








Pengarang: Argono
Terbit: 2006
Oleh: Dhanendra W.(8)
              Trevyn Aland F.(36)

8E


 SMP LABSCHOOL JAKARTA



       Sebelum membahas lebih jauh membahas tentang proses pengeditan, dan menjadikanya dalam format VCD, Anda perlu mengenal sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Seperti software, hardware, dan perangkat pendukung.
Sebelum memulai pengeditan kita harus melakukan persiapan terlebih dahulu. Alat-alat yang dibutuhkan adalah program Pinnacle Studio, USB Cable, Card PCI Video IEEE, dan alat perekam
        Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mentransfer data seperti berikut:
1. Pasang Card PCI video IEEE ke komputer.
2. Install software editing pinnacle studio, kemudian, jalankan pinnacle video.
3.Sambungkan kabel firmware yang menghubungkan camcorder ke komputer.
4. Pada pinnacle studio yang telah dibuka, pindahkan tombol switch ke posisi [Capture].
5.Apabila muncul pesan error, berarti kabel konektor camcorder ke komputer belum tersambung dengan baik. Periksa koneksi kabel, kemudian coba ulangi sekali lagi.
6.Setelah tersambung, ganti mode penyimpanan ke dalam format MPEG agar memory yang tersimpan relatif lebih kecil. Caranya, pilih[MPEG full-quality capture] atau klik [Settings] > tabs [Capture format] > drop down bagian [Presets], kemudian ganti menjadi format[MPEG] dan [Low quality (video CD)]
7.Nyalakan camcorder, kemudian klik [Start Capture] pada pinnacle
8.Apabila muncul kotak dialog capture video, beri nama file, kemudian klik [OK]. Secara otomatis, data video bermofat MPEG akan tersimpan di dalam hard-disk sesuai dengan nama dan lokasi tempat penyimpinan yang anda inginkan
9. Apabila proses capture selesai atau ingin mengakhiri proses capture di tengah jalan, klik tombol [Stop Capture].


Selanjutnya adalah proses mengedit video. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1.     Atur tombol switch pinnacle ke posisi [2 Edit], kemudian buka file hasil capture dengan mengklik [Show Videos].
2.     Carilah (Browse) lokasi tempat Anda menyimpan hasil capture camcorder (File MPEG)
3.     Copy file capturenya ke jendela movie.
4.     Anda bisa memulai videonya dengan menekan tombol play dan apabila Anda ingin menghilangkan beberapa scene tekan shift kemudian pilih scene yang ingin dihapus.
5.     Untuk memperhalus perpindahan antar scene tekan tombol [Show Transition] lalu pilih efek atau transisi yang diinginkan.
6.     Jika ingin menambahkan lagu didalam capture pilih pilihan browse lalu ke pergi ke lokasi MP3 yang tersimpan di hard disk.
7.     Silahkan menikmati video Anda dan mencoba langkah-langkah berikut.



Monday, November 16, 2015

Suka dan Duka KARTUL 2016

Suka dan Duka Membuat KARTUL
Oleh: Dhanendra W
Kelas: 8E
Suka:
·         Cukup informasi = Karena bisa mencari di internet
·         Cukup energi = Karena saya tidak terlalu banyak pekerjaan
·         Cukup kemampuan = Karena saya memiliki kemampuan dasar TIK
·         Bisa  membuat dengan santai = Karena tidak terburu-buru

Duka:
·         Kekurangan ide = Karena saya tidak tahu ingin menulis apa
·         Malas = Karena saya sangat malas
·         Membosankan = Karena sangat membosankan




INVITA 2015

INVITA 2015
Oleh: Dhanendra W.(8)
Kelas: 8E

Halo semua!!! Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya pergi ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bersama teman-teman saya.
Kami berangkat dari Stasiun Gambir jam 8 malam menggunakan kereta api Argo Lawu tujuan Stasiun Solo Balapan. Perjalanan memakan waktu setidaknya 8 jam. Menurut saya tidak ada yang bisa tertidur pulas di kereta itu, karena semua orang sangatlah semangat dengan kegiatan yang selanjutnya.
Sesampainya kami di Stasiun Solo Balapan, kami langsung menuju bus kelas masing-masing dan menuju Rumah Makan Tamansari. Kami semua disuruh bersih-bersih di Rumah Makan tersebut. Selanjutnya kami semua menuju PT. Sritex Tbk(Sri Rejeki Isman). Perjalanan memakan kurang lebih satu jam. Kami semua pun tertidur pulas di bus itu. Sesampainya di PT Sritex Tbk, kami langsung dikumpulkan di aula yang besar dan dijelaskan tentang sejarah PT Sritex Tbk. Selanjutnya kami berkunjung ke showroom mereka. Banyak dari kami yang membeli produk-produk hasil buatan PT Sritex Tbk.
Selanjutnya kami berkunjung ke PT Air Mancur. Sesampainya disana kami pun juga dikumpulkan di aula. Setelah itu kami pun mendapatkan snack siang dan juga oleh-oleh. Selanjutnya lagi kami pun melihat proses pembuatan jamu dengan cara PT Air Mancur. Sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan.
Selanjutnya kami berkunjung ke salah satu tempat yang terkenal di Kota Jogjakarta, yaitu Jalan Malioboro. Sebelumnya kami pun diberikan saran-saran untuk menghadapai penjual di Jalan Malioboro.oleh tour guide kami. Kami semua pun sangat semangat untuk pergi kesana. Sesampainya disana kami pun langsung menyebar. Saya pun tidak tahu ingin membeli apa disana, jadi saya dan teman-teman saya hanya menaiki andong seharga Rp50.000,00. Selanjutnya dari sana kami pun langsung makan di De Nany Restoran. Terakhir, kami pun langsung menuju Hotel Grand Quality dan beristirahat.
Esok harinya kami bangun dan langsung bersih-bersih serta makan pagi. Kami pun langsung menuju ke Museum Dirgantara Mandala. Saya sangatlah semangat berada disana. Kami pun berfoto di depan rocket launcher yang sudah pensiun.
Selanjutnya kami pun pergi ke Desa Membatik Giriloyo. Disana kami pun diajarkan cara untuk membatik. Ternyata sangatlah tidak mudah. Sepertinya tidak ada yang menganggap membatik itu mudah.
Selanjutnya kami pun menuju ke Pantai Parangtrits. Di perjalanan kami pun memakan makanan makan siang dan kami pun diceritakan temtang legenda Nyi Roro Kidul Sang Ratu Pantai Selatan oleh tour guide kami. Sesampainya di Pantai Parangtritis kami pun langsung menuju ke ATV(All Terrain Vehicle). Sunggu pengalaman yang menyenangkan.
Terakhir, kami pun berkunjung ke Dagadu. Saya pun membelikan baju untuk keluarga saya. Saya sangat senang karena dapat membelikan keluarga saya baju. Selanjutnya kami pun makan malam di salah satu restoran di Kota Jogjakarat. Akhirnya kami pun sampai di Hotel Grand Quality dan beristirahat.
Hari terakhir, kami mengikuti Lava Tour setelah berkemas dari Hotel Grand Quality. Sesampainya kami di Gunung Merapi, saya dan teman-teman saya langsung menuju ke Jeep terdekat. Perjalanan kami pun dimulai. Perhentian pertama kami adalah ke “Rumahku”. Itu adalah salah satu dari rumah warga yang terkena lahar, namun struktur dan barang-barangnya masih ada. Selanjutnya kami berhenti di “Batu Alien”. Batu itu menyerupai wajah seseorang. Kami sekelas pun berfoto disana. Terakhir, kami berhenti di  Bunker. Bunker tersebut digunakan sebagai tempat berlindung warga pada saat erupsi. Menurut salah satu warga disana, bunker itu termasuk tempat yang angker.
Objek terkahir yang kami kunjungi adalah Candi Borobudur. Tentu saja, semua orang mengenal Candi Borobudur. Kami pun dijelaskan oleh salah satu tour guide disana tentang sejarah Candi Borobudur. Kami pun menaiki tangga hingga ke puncaknya. Pemandangan di atas sana sangatlah indah.

Setelah dari Candi Borobudur kami pun langsung menuju Stasiun Tugu Yogyakarta. Kereta kami berangkat jam 8 malam dan sampai jam 4 pagi di Stasiun Gambir. Berbeda halnya dengan kereta keberangkatan, kami semua bisa tidur dengan nyenyak, walaupun sedikit terganggu. Saya sangat senang dengan kegiatan INVITA tahun ini.